swine

Sinkronikasi Estrus Pada Peternakan Babi

Setelah 2 bulan terakhir kita membahas mengenai Batch Management. Saat ini kita akan khusus belajar bersama tentang metode sinkronisasi estrus yang umumnya dijalankan di peternakan modern untuk mencapai batch management tersebut. Intervensi preparat hormon pada gilt pool (kelompok induk babi dara) adalah praktik umum dalam manajemen peternakan babi modern untuk mencapai kawin batch yang efisien. […]

Sinkronikasi Estrus Pada Peternakan Babi Read More »

Batch Management Pada Peternakan Babi (part-2)

Melanjutkan materi bulan lalu mengenai Batch Management, di artikel saat ini kita nanti akan belajar langkah-langkah yang idealnya disiapkan untuk pelaksaaan di lapangan. Menerapkan Batch Management pada unit breeding (pembibitan) ternak babi sekali lagi merupakan strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional, biosekuriti, dan produktivitas. Hal ini sudah jamak diterapkan di peternakan modern, sehingga

Batch Management Pada Peternakan Babi (part-2) Read More »

Batch Management Pada Peternakan Babi

Batch Management adalah strategi manajemen yang sangat penting dalam peternakan babi, terutama untuk skala komersial dan peternakan babi hiperprolifik. Konsep dasarnya adalah mengelompokkan induk babi berdasarkan tanggal kawin atau tanggal beranak yang serupa, sehingga semua tahapan produksi (kawin, kebuntingan, melahirkan, menyapih) dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan untuk kelompok babi tersebut. Ini berbeda dengan sistem

Batch Management Pada Peternakan Babi Read More »

Managemen Pemeliharaan Babi Hiperprolifik

Babi hiperprolifik adalah istilah untuk induk babi yang memiliki potensi genetik untuk menghasilkan jumlah anak yang sangat banyak per kelahiran, seringkali 16 ekor atau bahkan diatas 20 ekor per litter. Memelihara babi hiperprolifik memerlukan manajemen yang sangat detail dan cermat untuk memaksimalkan potensi genetik mereka tanpa mengorbankan kesehatan induk atau kelangsungan hidup anak babi. Berikut

Managemen Pemeliharaan Babi Hiperprolifik Read More »

Memulai Usaha Peternakan Babi yang Ideal

Langkah pertama dalam memulai usaha peternakan babi adalah menentukan jenis produksi babi yang ingin kita jalankan, baik itu breeding, penggemukan, atau keduanya. Namun, untuk menentukan pilihan yang terbaik sesuai kemampuan kita, maka kita harus terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal berikut : 1.) jumlah modal, tenaga kerja, dan tanah yang tersedia artinya sumber daya apa yang sudah

Memulai Usaha Peternakan Babi yang Ideal Read More »

Gangguan Reproduksi pada Babi

Memelihara ternak babi tentunya tidak lepas dari tantangan penyakit. Jika kita adalah peternak breeding, maka gangguan reproduksi menjadi kendala yang paling utama karena target untuk menghasilkan keturunan akan terkoreksi jika ada penyakit yang tidak tertangani dengan baik. Bagaimana cara yang mudah untuk mengevaluasi performa reproduksi kandang kita? Apa saja  parameter yang harus kita evaluasi? https://www.researchgate.net/publication/263541549_Reproductive_Diseases_in_Sows_Sus_scrofa_domestica_A_Review

Gangguan Reproduksi pada Babi Read More »

Glasser’s Disease (Haemophilus parasuis)

Glasser’s disease adalah penyakit menular pada babi yang ditandai  dengan adanya meningoensephalitis, polyserositis dan polyarthritis. Penyebab Glasser’s disease adalah  Haemophilus parasuis (Hps), bakteri gram negatif bentuk batang yang kecil dan pleomorfik. Penyakit ini terjadi secara sporadis dan biasa diamati pada babi usia 3-12 minggu, bahkan lebih tua. Kasus biasanya muncul saat stres karena penyapihan, perubahan

Glasser’s Disease (Haemophilus parasuis) Read More »