admin

Swine Influenza pada Babi

Swine Influenza atau Flu babi adalah infeksi virus influenza A, RNA virus golongan orthomyxovirus yang sangat menular pada babi. Penyakit ini biasanya menyebar sangat cepat di dalam unit pemeliharaan babi meskipun semua babi yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda klinis infeksi, kemudian diikuti dengan pemulihan cepat. Subtipe yang paling umum ditemukan pada babi adalah influenza

Swine Influenza pada Babi Read More »

Newcastle Disease pada Unggas

Penyakit Newcastle (ND) atau tetelo adalah penyakit yang sangat menular dan seringkali ditemukan di seluruh dunia, disebabkan oleh keluarga paramyxovirus. Penyakit ini muncul dalam tiga bentuk, lentogenic/ringan, mesogenic/sedang dan velogenic/sangat virulen. Biasanya muncul gejala klinis berupa penyakit pernapasan, tetapi depresi, manifestasi saraf, atau diare mungkin merupakan bentuk klinis yang dominan. Ditemukan di seluruh dunia, penyakit

Newcastle Disease pada Unggas Read More »

Virus African Swine Fever pada Ternak Babi

African Swine Fever (ASF) adalah penyakit virus yang sangat menular dan mematikan baik pada babi domestic ataupun babi liar. Namun demikian, ASF bukanlah penyakit zoonosis jadi bukan ancaman bagi kesehatan manusia karena tidak bisa ditularkan dari babi ke manusia. Sejarah mencatat bahwa ASF pertama kali ditemukan tahun 1921 dan menjadi penyakit endemis di beberapa negara

Virus African Swine Fever pada Ternak Babi Read More »

Klasifikasi Penyakit Unggas

Pengobatan unggas pada dasarnya dilakukan berdasarkan pada pertimbangan kelompok, bukan individu. Oleh karena itu, kejadian penyakit pada unggas merupakan ancaman terhadap kesehatan seluruh populasi dalam kandang dan sekaligus juga beresiko mengganggu nilai ekonominya. Masalah pengelolaan/managemen tata laksana dalam peternakan seringkali menjadi faktor penentu berhasil tidaknya peternak mengendalikan penyakit. Jika menilik pada kejadian penyakit di unggas

Klasifikasi Penyakit Unggas Read More »

Pentingnya Biosekuriti pada Peternakan Babi

Biosekuriti adalah implementasi tindakan mengurangi risiko masuknya dan penyebaran agen penyakit. Tindakan biosekuriti harus digunakan untuk menghindari masuknya patogen ke dalam peternakan (biosekuriti eksternal) dan untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan yang tidak terinfeksi di dalam kawanan atau dari peternakan satu dan ke peternakan lain, ketika patogen sudah ada (biosekuriti internal). Elemen utama biosekuriti meliputi

Pentingnya Biosekuriti pada Peternakan Babi Read More »